Analisis Metode Hisab Kontemporer terhadap Jam Istiwa’ Studi Penentuan Awal Waktu Salat di Fathul Ulum Kediri

Junaidi, Ahmad (2021) Analisis Metode Hisab Kontemporer terhadap Jam Istiwa’ Studi Penentuan Awal Waktu Salat di Fathul Ulum Kediri. Antologi Hukum, 1 (2/2021). pp. 97-116. ISSN .

[img]
Preview
Text
323-Article Text-1526-3-10-20220114 (1).pdf

Download (576kB) | Preview
Full text available at: https://ejournal.iainponorogo.ac.id/index.php/anto...

Abstract

In determining the beginning of prayer times in this modern era, there are several very practical and efficient ways, such as the Contemporary Hisab method in which there are various theories such as the Nutical Almanac theory and the Ephemeris theory, both of which are used by the government as a reference in determining early prayer time. In contrast to the Fathul Ulum Islamic boarding school, one of the Islamic boarding schools in Kediri which still adheres to the Istiwa Hour in determining the start of prayer times, which in the calculation results have a difference of about 5, 15, 30 to 45 minutes with the prayer time schedule used by the community. government. The purpose of this study was to determine the differences, calculation processes and contemporary Hisab analysis on the use of special hours in determining the beginning of prayer times. This research is a field research using qualitative analysis methods. From this study it was concluded that the difference in time between Contemporary Hisab and Istiwa' Clock in determining the beginning of prayer timeThe difference between the prayer times is about 5-45 minutes. The difference is due to the different time rules, ikhtiyat, and calculation methods. Based on the results of the contemporary reckoning analysis, the use of this special clock is still very relevant, because this special clock includes tahqiqi reckoning, in which the tahqiqi reckoning and contemporary reckoning are both used. spherical triangle formula.

Penentuan awal waktu salat di era moderen seperti ini terdapat beberapa cara yang sangat praktis dan efesien seperti halnya metode Hisab Kontemporer yang mana didalam nya terdapat berbagai teori-teori seperti teori Nutical Almanac dan teori Ephemeris yang kedua teori tersebut digunakan oleh pemeritah sebagai acuan dalam menentukan awal waktu salat. Berbeda dengan pondok pesantren Fathul Ulum salah satu pondok pesantren di Kediri yang mana masih berpegang teguh terhadap Jam Istiwa’ dalam menentukan awal waktu salat, yang mana didalam hasil perhitungannya memiliki selisih sekitar 5, 15, 30 sampai 45 menit dengan jadwal waktu salat yang digunakan oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan, proses perhitungan dan analisis Hisab kontemporer terhadap penggunaan jam istiwa’ dalam menentukan awal waktu salat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunkan metode analisis kualitatif. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa perbedaan selisih waktu antara Hisab Kontemporer dengan Jam Istiwa’ dalam menetukan awal waktu salat adalah selisih jadwal waktu salatnya sekitar 5-45 menit. Perbedaan itu disebabkan karena kaidah waktu yang digunakan, ikhtiyat, dan metode perhitunganya berbeda dan Berdasarkan hasil analisis hisab kontemporer penggunaan jam istiwa’ ini masih sangat relevan, karena jam istiwa’ ini termasuk hisab tahqiqi yang mana hisab tahqiqi dengan hisab kontemporer itu sama-sama menggunkan rumus segitiga bola.

Item Type: Journal Article
Keyword: Hisab Kontemporer, Jam Istiwa’, Waktu Salat
Subjects: 02 PHYSICAL SCIENCES > 0201 Astronomical and Space Sciences > 020111 Islamic Astronomy (Falak) > 02011199 Islamic Astronomy (Falak) not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 12 May 2023 08:25
Last Modified: 12 May 2023 08:25

Actions (login required)

View Item View Item